BORNEONEWS, Palangka Raya – Wacana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ke Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah semakin santer terdengar.

Menyikapi wacana ini Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran mengaku sangat setuju dengan pemindahan tersebut.

“Sangat setuju sekali. Kalteng ini juga kebetulan berada di tengah Indonesia. Kemana saja dekat aksesnya,” kata Agustiar, Rabu (5/7/2017).

Agustiar juga menyebut bangga jika Palangka Raya benar-benar menjadi Ibu Kota Negara RI. “Kenapa tidak? tentunya ada alasan. Dengan pindahnya ibu kota, otomatis infrastruktur, perekonomian dan lain-lain pasti mengikuti (meningkat). Secara tidak langsung, itu juga menguntungkan masyarakat Kaimantan Tengah,” ungkapnya.

Menurut Agustiar dengan luasan lahan yang disiapkan dalam pemindahan ibu kota itu, dirinya yakin Kalteng sangat mampu. “Kemarin kalau tidak salah disiapkan 500 ribu hektare. Singapura saja itu 65 hektar,” bebernya.

Di sisi lain, menyikapi arus perubahan nantinya, khususnya dari segi kearifan lokal, Agustiar juga memastikan masyarakat Kalteng akan siap. “Kita sudah mengantisipasi hal itu. Masyarakat siap untuk itu dan tidak ada masalah,” tuturnya.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan akan tetap menunggu kabar dari pusat. “Kalau sudah ada petunjuk dari presiden, baru kami akan berikan komentar,” ucap Sugianto. (BUDI YULIANTO/B-6)