BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi produk minyak sawit mentah (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Juli 2017 sebesar US$726,21 per metrik ton (MT).

"Harga tersebut naik US$2,84 atau 0,4% dari periode Juni 2017, yaitu US$723,37 per MT," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Menurut Oke, saat ini harga referensi CPO menguat, meski tetap berada pada level di bawah US$750 per MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Juli 2017 juga menguat sebesar US$84,47 atau 4,42% dari US$1.911,47 per MT menjadi US$1.995,94 per MT.

"Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga menguat US$82 atau 5% dari US$1.639 per MT pada periode bulan sebelumnya menjadi US$1.721 per MT pada Juli 2017," ucapnya.

Ia mengatakan penguatan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional. Penguatan ini tidak mengubah BK biji kakao yang tetap 0%. (NEDELYA RAMADHANI/m)