BORNEONEWS, Sampit - Maraknya pembuangan bayi dalam beberapa bulan terakhir ini kian menghawatirkan. Hal itu tidak lepas dari perilaku kenakalan remaja yang terjadi.

Terkait itu, Asisten I Setda Kotawaringin Timur (Kotim) Sugian Noor, meminta orangtua agar selalu mengajarkan ilmu pendidikan agama bagi anak-anak mereka sejak usia dini. Sehingga merekapun akan mengetahui dan sadar akan bahaya pergaulan bebas dan hal negatif lainnya.

"Orangtua sangat berperan penting untuk mengawasi anak-anak mereka, jadi pendidikan moral dan agama sangatlah penting diberikan," ujar Sugian, Rabu (5/7/2017).

Kenakalan remaja saat ini memang menjadi perhatian serius pemerintah, namun mereka sudah berupaya mengantisipasi hal tersebut dengan sering melakukan razia di sejumlah hotel dan barak.

Sehingga perlu didukung peran orangtua yang selalu memantau anaknya, agar tidak berbuat hal yang dilarang agama. 

"Remaja tidak akan melakukan perilaku negatif seperti balapan liar, minum miras, atau terjerat narkoba. Kalau orangtuanya melakukan pemantauan dan pengawasan dengan baik," kata Sugian.

Baru-baru ini ada tiga kasus pembuangan bayi yang terjadi. Mulai dari bayi yang ditemukan tewas di bak sampah, di toilet Citimall, hingga yang baru terjadi pada (30/6/2017) kemarin, yakni pembuangan bayi di perkebunan kelapa sawit. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)