BORNEONEWS, Palangka Raya – Untuk pertama kalinya, kegiatan donor darah digelar di ruang utama Istana Isen Mulang, Palangka Raya. Targetnya cukup wah, yakni 1.500 pendonor. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bahkan ingin turut ambil bagian dalam kegiatan yang digagasnya tersebut. Namun akhirnya batal.
Pada awalnya Gubernur mengecek seluruh kesiapan pelaksanaan dan menyambangi pendonor di Istana Isen Mulang. Lalu menuju aula samping istana yang merupakan tempat pengecekan kesehatan calon pendonor.
Gubernur pun menyampaikan niatnya untuk turut mendonor. Petugas medis lalu memeriksa kesehatan Gubernur. Mulai dari berat badan hingga tekanan darah. Berikutnya, petugas medis menanyakan apakah Gubernur meminum obat dalam kurun 12 jam sebelum pemeriksaan kesehatan? Jawaban Gubernur atas pertanyaan petugas medis itulah yang kemudian menggagalkan niatan orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai tersebut mendonor.
“Sebenarnya ini lagi sehat-sehatnya, tensi normal 120/80. Tapi tidak bisa ikut donor karena tadi pukul 01.00 WIB (dini hari) minum obat kesehatan. Aturan medis, tidak boleh donor minimal 12 jam sebelumnya, jadi ya terpaksa tidak bisa ikut donor,” tutur Gubernur Sugianto.
Ia berharap, kegiatan donor darah massal kali ini bisa meningkatkan gairah masyarakat untuk membantu sesama, terutama dalam hal menggaet pendonor pemula. Selama ini, banyak pendonor berasal dari kalangan dewasa hingga tua. “Perlu regenerasi,” ucapnya. (ROZIQIN/B-3)








