BORNEONEWS, Palangka Raya – Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono menegaskan tim Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan yang dibentuk pada Selasa (9/5/2017) untuk mengantisipasi harga sembako selama Ramadan dan Idul Fitri, dipastikan tetap berlanjut.

“Tim satgas tetap dilanjutkan untuk mengawasi harga di pasaran supaya tidak ada permainan di tengkulak,” kata Ismanto mewakili Kapolres AKBP Lili Warli, Kamis (6/7/2017).

Dia menuturkan monitoring pergerakan harga dipastikan dilakukan setiap hari. Apabila ditemui kelangkaan, bakal ditindaklanjuti lebih lanjut. “Kalau ditemukan ada harga di luar HET dan ditemukan penimbunan, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Mengenai kelangkaan lombok yang sempat terjadi di Palangka Raya beberapa hari lalu, dia menyebut karena dari produsen tidak ada, sehingga ketersediaan barang berkurang.

Tim satgas ini dibentuk untuk menstabilkan harga sembako. Tim satgas tersebut tergabung dari Polres Palangka Raya dan Disperindag Kota Palangka Raya. (BUDI YULIANTO/B-6)