BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kapuas harus demokratis. Tidak boleh ada rekayasa, apalagi manipulasi suara. Hal itu harus dilakukan demi memajukan dunia olahraga di kabupaten berjuluk Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung ini.
"Saya minta kepada panitia pemilihan agar menjalankan pemilihan ketua KONI nantinya harus demokratis. Bukan keberpihakan kepada salah satu calon kecuali calon tunggal," kata Ketua Kopad Borneo Distrik Kalimatan Tengah Kabupaten Kapuas, Gatner Eka Tarung, Kamis (6/7/2017).
Menurut Gatner, bila ingin memajukan dunia olahraga di Kabupaten Kapuas, setiap calon wajib menjual program, bukan uber janji tanpa ada komitmen. Sebab, hanya dengan prestasi nama Kabupaten Kapuas bisa dikenal, tidak hanya di tingkat lokal Kalteng tetapi juga nasional bahkan internasional.
"Dengan olahraga dunia akan tau Kabupaten Kapuas itu berada di mana. Dengan dunia olahraga kita angkat harkat dan martabat daerah. Bukan saja pembangunan melainkan melalui prestasi olahraga pun bisa," ungkapnya.
Gatnet berharap, olahraga di Kabupaten Kapuas dapat berkembangan dengan baik. Dan bagi calon ketua KONI yang benar-benar berkomitmen, hendaknya membuat pernyataan siap mundur bila gagal menjalankan program. "Bila perlu ketua KONI bikin pernyataan tertulis dan memilki target. Kalau gagal memajukan prestasi olahraga di Kapuas harus mengundurkan diri," tegasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-3)








