BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan kinerja apik sejak awal pekan ini. Produksi di Malaysia yang diperkirakan turun membuat minyak nabati ini menuju penguatan empat hari beruntun.
Hasil survei Reuters menunjukkan produksi minyak sawit Malaysia berpotensi turun sebesar 2,1% menjadi 1,62 juta ton pada Juni dari bulan sebelumnya. Stok akhir diperkirakan naik sebesar 0,2% menjadi 1,56 juta ton, sementara ekspor diprediksi turun sebesar 8,2%.
Kurs ringgit Malaysia yang melemah terhadap dolar memberikan dorongan tambahan bagi harga CPO, kata analis PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra dalam risetnya di Jakarta, Kamis (6/7).
Dolar terpantau menguat terhadap mata uang emerging market setelah rilis notulensi rapat kebijakan moneter Federal Reserve menunjukkan peluang berlanjutnya kenaikan suku bunga, meski masih tergantung data-data ekonomi yang dirilis, khususnya data inflasi.
Kenaikan beruntun CPO tidak lepas dari pergerakan kompetitornya minyak kedelai yang masih menunjukkan kinerja positif di Chicago Board of Trade.
"Potensi pergerakan CPO hari ini di kisaran 2.525 – 2.2580 di di Bursa Derivatif Malaysia," kata Putu. (NEDELYA RAMADHANI/m)








