BORNEONEWS, Puruk Cahu - Dengan akan diintegrasi atau dialihkan peserta Kartu Mura Sehat (KMS) ke Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang harus selesai pada 2019 dinilai akan efektif, sebab dalam program KMS terdapat kekurangan dan bisa menyusahkan pasien KMS itu sendiri.

Bupati Mura Perdie M Yoseph mengakui tidak salah kalau KMS berdiri sendiri, tapi akan lebih baik diintergrasikan ke KIS, sebab memiliki jangkauan yang lebih luas.


“Prinsipnya kita mendukung rencana terintegrasinya pelayanan dasar kebutuhan bagi masyarakat bidang kesehatan ini oleh pemerintah pusat. Dengan KIS ini masyarakat akan mudah dirujuk dilayanan rumah sakit manapun," ungkap Perdie, Jumat (7/7/2017).


Perdie juga mengklaim dengan diintegrasikannya program KMS ke KIS merupakan suatu gambaran keberhasilan dan berjalannya program kerja selama kepemimpinannya.


"Yang penting saat ini komintmen pemerintah pusat, provinsi sampai ke kabupaten untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di bidang kesehatan agar lebih baik lagi," tegasnya. (SUPRIADI/B-6)