BORNEONEWS, Sampit - Ada sejumlah faktor penyebab sektor pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum maksimal. Salah satunya kurangnya tenaga di bagian dinas teknisnya.
Ketua Komisi I DPRD Kotim Handoyo J Wibowo menyebut, potensi PAD selama ini belum tergarap maksimal, salah satunya di sektor pajak reklame.
"Tidak hanya itu saja sebenarnya kalau kita berbicara soal PAD ini banyak sektor lainnya,"kata Handoyo, Jumat (7/7/2017)
Dikatakan Handoyo, potensi PAD yang belum tergarap itu belum bisa dikatakan merugikan daerah. Lain halnya jika potensi itu sudah dipungut namun tidak disetorkan ke kas daerah maka itu dikatagorikan merugikan keuangan daerah.
"Saat ini kondisi pegawai di Dispenda Kotim kurang tenaga ahli hingga tenaga untuk memungut. Di satu sisi ini akibat kebijakn moratorium ASN. Kemudian daerah juga ragu mengangkat tenaga kontrak ditempatkan di SOPD tersebut, ini salah satu penyebabnya selama ini," ucapnya.
Meski ada Perda untuk retribusi dari pajak reklame, namun tidak mudah bagi Pemerintah Daerah untuk mengimplementasikannya.
"Sebenarnya banyak Perda kita hanya jadi macan kertas saja," ucapnya.
Dikatakan Handoyo PAD Kotim bersumber dari pajak reklame itu nilainya mencapai ratusan juta, dari itu masih ada waktu satu semester kedepan bagi Pemerintah Daera melali melalui Dispenda berkordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu agar PAD disektor itu tergarap maksimal. (NACO/B-5)








