BORNEONEWS, Palangka Raya – "Tidak ada komentar." Itulah yang dikatakan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran saat ditanya mengenai perkembangan terkini dan menyikapi rencana pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Palangka Raya.
Tegas dikatakan gubernur muda ini, dirinya akan menunggu keputusan presiden terlebuh dahulu sebelum berbicara hal teknis dan lainnya. Sebab kebijakan ada di tangan presiden selaku kepala negara, bukan dirinya yang selaku kepala daerah.
“Tidak ada komentar, kita menunggu dari pemerintah pusat. Karena pemegang otoritas adalah presiden. Intinya gubernur itu taat pimpinan tertinggi. Kalau dari Presiden sudah ada petunjuk, baru saya akan beri komentar,” tandas Sugianto.
Selama dalam masa ‘Wait and see’ keputusan Pusat ini, Gubernur mengatakan pihaknya selalu siap jika memang benar-benr ditunjuk sebagai penganti Jakarta. Apalagi kesiapan selama ini sudah ditunjukkan secara serius oleh Kalteng antara lain penyiapan lahan seluas 300 ribu-500 ribu hektare.
Kawasan tersebut berada di wilayah yang disebut segitiga emas tiga daerah, yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas. Lahan di kawasan persiapan tersebut, sebagian besar berstatus tanah milik negara sehingga tidak banyak beban untuk pembebasan lahan.
Mengenai tanggapannya tentang kesiapan Kalteng dalam sudut pandang lain seperti sosial ekonomi warga lokal, adat dan budaya setempat yang sedikit banyak bakal mengalami pergeseran arus budaya (lokal-nasional), gubernur menilai hal ytersebut sebagai satu sisi konsekuensi yang harus dihadapi masyarakat Kalteng.
“Hemat saya, Siap tidak siap ya harus siap. Suka tidak suka ya harus suka dan dilaksanakan. Kita (Kalteng) adalah NKRI!” tegasnya. (ROZIQIN/B-5)








