BORNEONEWS, Palangka Raya - Konsumsi barang tahan lama menurun di bulan Juni. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah Wuryanto mengatakan, hal itu terjadi lantaran pada saat Idul Fitri masyarakat tidak banyak membeli barang tahan lama melainkan mengalihkannya kepada pembelian bahan pangan.

"Berdasarkan komponennya, penurunan terbesar berada pada komponen konsumsi barang tahan lama. Kondisi tersebut merupakan dampak adanya momen perayaan Idul Fitri, dimana sebagian besar pendapatan konsumen digunakan untuk mengonsumsi bahan pangan dan barang-barang kebutuhan jangka pendek," ungkap Wuryanto saat menggelar rilis bulanan BI kepada awak media di kantor BI, Jumat (7/7/2017) sore.

Menurutnya, data ini merupakan hasil survei konsumen (SK) Bank Indonesia. SK merupakan survei yang mengumpulkan informasi mengenai perkembangan dan rencana konsumsi rumah tangga terhadap perkembangan beberapa indikator ekonomi seperti harga, lapangan kerja dan lain-lain.

"SK digunakan oleh Bank Indonesia khususnya untuk menangkap peningkatan atau penurunan kegiatan konsumsi sebagai indikasi awal adanya perbaikan atau penurunan pertumbuhan ekonomi," jelas Wuryanto.

Tercatat pada bulan Juni 2017, angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengindikasikan adanya level peningkatan optimisme konsumen terhadap kegiatan konsumsinya. "Angka IKK Kalimantan Tengah pada Juni 2017 tercatat 120,50 atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan posisi bulan Mei 2017 yang sebesar 116,67," kata Wuryanto.

Adanya momen perayaan Idul Fitri 1438 H menurutnya menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan level konsumsi masyarakat pada bulan Juni 2017. (TESTI PRISCILLA/B-2)