BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan Provinsi Kalimantan Tengah, Sugianor mengatakan bahwa Kota Palangka Raya masih kekurangan tenaga penyuluh.

"Terutama penyuluh di bidang perikanan pada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya yang saat ini masih berkekurangan," ungkap Sugianor yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya kepada Borneonews, Sabtu (8/7/2017).

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Lensi Asi juga mengatakan, saat ini Pemko Palangka Raya memang baru memiliki tiga orang ASN yang bertugas sebagai penyuluh perikanan.

"Kita masih memerlukan tambahan tenaga penyuluh perikanan. Saat ini kami baru memiliki tiga ASN penyuluh perikanan yang ditambah dua penyuluh PTT provinsi sehingga totalnya kita baru ada lima penyuluh," ungkap Lensi, Jumat (7/7/2017).

Menurut Lensi, jumlah ini masih belum ideal. Hal ini lantaran jumlah pembudidaya ikan setiap tahunnya terus meningkat.

Selain itu, lanjut Lensi, luas wilayah yang Kota Palangka Raya ditambah akses ke beberapa wilayah yang sulit dijangkau membuat ruang gerak penyuluh terbatas. "Dengan keadaan ini sementara kita menerapkan satu kecamatan satu penyuluh. Untuk mengoptimalkan kinerja, terkadang para penyuluh juga melayani pertanyaan dan konsultasi masyarakat melalui telepon atau pesan singkat," tuturnya.

Meski begitu, Lensi mengatakan, Dinas Perikanan terus berupaya memaksimalkan kinerja para penyuluh perikanan bidang budidaya. Dia juga menilai upaya tersebut menunjukkan hasil positif.

"Keadaan ini terbukti dengan jumlah produksi ikan budidaya pada triwulan pertama 2017 mencapai 2.388 ton lebih. Artinya Hasil produksi ikan budidaya ini setiap tahun terus meningkat seiring dengan semakin berminatnya masyarakat untuk menjadi pembudidaya. Untuk itu, kami terus meminta para penyuluh ini dapat berinovasi sehingga jumlah pembudidaya dan hasil produksinya terus meningkat," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)