BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Sugianor menilai, jika Palangka Raya memang benar-benar akan dijadikan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia (RI) maka tidak hanya dikenal di seluruh Indonesia tapi juga dunia.

"Kalau dari pandangan saya sebagai anggota DPRD, kalau kita jadi ibukota pemerintahan artinya daerah kita ini akan terkenal ke seluruh dunia. Tidak hanya di Indonesia, bahwa Palangka Raya adalah ibukota pemerintahan Indonesia akan diketahui oleh dunia," ungkap Sugianor kepada Borneonews, Sabtu (8/7/2017).

Hal ini diungkapkan Sugianor menyusul santernya isu pemindahan ibukota pemerintahan RI ke Palangka Raya akhir-akhir ini yang memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio juga mengungkapkan, Kota Palangka Raya berkesempatan unjuk gigi pada event Kemah Budaya Nasional (KBN) yang akan digelar 17 Juli-22 Juli 2017 ini.

"Momen KBN ini merupakan kesempatan kita untuk menunjukkan bahwa kita mampu jika memang benar Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia (RI) akan dipindahkan ke Palangka Raya. Tetapi tentunya kita harus mempersiapkan banyak hal, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga masyarakat. Saya minta masyarakat ikut ambil bagian dalam menyukseskan event nasional ini, terutama dengan cara menunjukkan sikap keramahtamahan," ungkap Mofit, Jumat (7/7/2017).

Menurut Mofit, di sinilah letak penilaian apakah Palangka Raya siap menjadi ibukota Pemerintahan RI. Apakah momentum KBN hanya menjadi bagian dari sarana promosi semata atau untuk memperlihatkan kepada seluruh khalayak Palangka Raya itu bagaimana, terutama ketika orang mengaitkan dengan pemindahan ibukota yang digaungkan selama ini.

"Termasuk salah satunya kita siap menghelat kegiatan nasional dengan kesiapan yang perlu dilakukan secara matang," kata Mofit. (TESTI PRISCILLA/B-2)