BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, selama Juni 2017 komoditas cabai rawit mengalami penurunan harga paling tinggi. "Penurunan harga tertinggi pada Juni 2017 terdapat pada komoditas cabai rawit di Sampit yang mengalami penurunan harga sebesar -24,81 persen," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Wuryanto saat menggelar Rilis Bulanan BI kepada awak media di kantor BI, Jumat (7/7/2017) sore.
Wuryanto menyebut, data ini merupakan hasil data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang merupakan pusat informasi yang dimiliki Bank Indonesia. "Di dalam web PIHPS, masyarakat secara luas dapat mengetahui harga di level pasar untuk beberapa komoditas utama. Dari data series Web PIHPS di bulan Mei dan Juni 2017, rata-rata komoditas pangan utama di Kalteng relatif tidak mengalami kenaikan harga yang tinggi," jelas Wuryanto.
Bahkan, lanjut Wuryanto, terdapat beberapa komoditas yang mengalami koreksi harga. Hal ini sejalan dengan survei inflasi BPS pada bulan Juni 2017 lalu yang mengindikasikan rendahnya sumbangan kelompok volatile food (bahan makanan). (TESTI PRISCILLA/B-2)
Selama Juni, Cabai Rawit Mengalami Penurunan Harga Paling Tinggi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Komentar (0)
Memuat komentar…







