BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan BI Kalimantan Tengah, Wuryanto mengatakan dari sisi kualitas pembiayaan sektoral, kredit di sektor pertambangan memiliki tingkat kualitas kredit yang paling rendah dibandingkan sektor lainnya.
Menurutnya, NPL yang merupakan kredit bermasalah yang merupakan salah satu kunci untuk menilai kualitas kinerja bank menunjukkan angka cukup besar pada perkreditan sektor pertambangan.
"NPL kredit di sektor pertambangan pada bulan Mei 2017 sebesar 38,22 persen," ungkap Wuryanto.
Angka ini tentu dinilai besar jika dibandingkan dengan NPL yang terjadi pada sektor perkreditan lainnya. Seperti pada sektor perdagangan yang tingkat NPL-nya sebesar 5,36, industri pengolahan 0,75, serta konstruksi sebesar 4,04.
"Adanya penurunan aktivitas pertambangan menyusul pelemahan harga komoditas tambang di pasar global dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama kondisi tersebut," kata Wuryanto.
Di sisi lain, kualitas kredit perbankan di sektor keuangan dan pertanian menjadi yang paling baik di antara sektor lainnya, dengan tingkat NPL masing-masing sebesar 0,00 persen dan 0,16 persen. (TESTI PRISCILLA/B-11)








