BORNEONEWS, Sampit - Petugas SPBU dan toko sembako di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi korban penipuan dengan cara sulap, sehingga membuat korban mengalami kerugian hingga Rp3 juta.

"Ia, ada kasus seperti sulap yang digunakan untuk menganbil keuntungan terhadap korbannya hingga mengalami kerugian Rp3 juta," ujar Kapolsek Kota Besi Iptu Afif Hasan, Minggu (9/7/2017).

Kasus ini terjadi dalam hari yang bersamaan, namun diwaktu yang berbeda pada Sabtu (8/7/2017). Dimana saat ini kasus ini masih ditangani Polsek Kota Besi. Polisi masih melakukan pengajaran terhadap pelaku.

Kejadian ini bermula saat pelaku datang ke SPBU dengan menggunakan mobil Avanza. Pelaku langsung masuk ke tempat kasir penjualan makanan. Pelaku langsung menukarkan uang Rp100 ribu dengan pecahan Rp10 ribu.

Setelah itu pelaku pergi dengan menggunakan mobilnya. Namun tidak beberapa lama, pria ini datang lagi dan kembali menukarkan uang. Namun kali ini lebih besar lagi yakni Rp5 juta, tapi tetap dengan pecahan yang sama Rp10 ribu.

Setelah itu pelaku kembali pergi, lagi-lagi tidak lama dan kembali ketempat ini untuk menukarkan uang pecahan ke Rp100 ribu. Sang kasir langsung menyetujui, dan menyerahkan kembali uang tersebut. Karena saat dihitung uang sudah pas.

Setelah hal itu dilakukan, pria itu datang lagi dan mengatakan kepada kasir bahwa dirinya kembali ingin menukarkan uang Rp1 juta dengan pecahan Rp50 ribu.

Kasir ini langsung menghitung pecahan uang itu dan dianggapnya sudah pas. tanpa meminta uang ratusan ribu sebanyak Rp1 juta yang ditukar, sehingga peria ini langsung pergi.

Seusai kejadian, barulah kasir sadar bahwa uang Rp1 juta itu belum diserahkan oleh tersangka. Setelah itu sang kasir menghitung uang pecahan Rp10 ribu, namun ternyata hanya Rp4 juta saja, sehingga korban mengalami kerugian Rp2 juta.

Sementara itu di toko sembako, modus yang digunakan dengan membeli barang dan total belanjaannya mencapai Rp5 juta. Setelah itu pelaku memberikan uang yang ternyata hanya Rp4 juta.

Namun hal itu baru diketahui pemilik setelah pelaku pergi. "Saat ini kasus ini masih kami selidimi dan melakukan pencarian terhadap pelaku," kata Afif. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)