BORNEONEWS, Sampit - Satuan Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) secara serentak. Pantauan di lapangan, kegiatan diisi dengan sosialisasi atau penyuluhan serta pendidikan berkarakter. Seperti yang terihat di SMPN 1 dan SMAN 4 Sampit.

Kepala SMPN 1 Sampit, Maspah P Puluhulawa mengatakan, sesuai dengan aturan permendikbud, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah lebih ditekankan pada kegiatan atau hal yang bermanfaat.

"Pelaksanaannya selama tiga hari ke depan, agar mereka lebih mengenal lingkungan sekolahnya, gurunya, juga cara belajar di SMP," kata Maspah, Senin (10/7/2017).

Dia menjelaskan, beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama pengenalan lingkungan sekolah yakni, sosialisasi mengenai tahap pembelajaran smp dan juga pendidikan karakter, tentang cara tata belajar di sekolah.

Terpisah, Ketua Panitia MOPB SMAN 4 Sampit, Etashard C.S, juga menuturkan beragam kegiatan positif di sekolahnya. Yakni kegiatan diolah menjadi sebuah wadah yang menyenangkan namun membuat siswa mempunyai aktivitas dan kreativitas serta pengembangan potensi diri.

"Pihak sekolah diingatkan agar menghindari, sedapat mungkin menghindari kegiatan perpeloncoan ataupun tindakan kekerasan. Kita mengambil kegiatan yang positif, terutama bagaimana sekolah ini bisa berkembang ke depannya,"katanya.

Adapun kegiatan, yakni pemberian materi dari para guru, mengenai kurikulum sekolah dan program belajar serta penguatan pendidikan berkarakter. Selain itu pihqk SMAN 4 juga bekerja sama dengan beberapa instansi untuk memberikan penyuluhan.

"Tim Puskesmas akan memberikan sosialisasi mengenai pola hidup sekolah, PPB dari Kodim, kesadaran berlalu lintas dari Satlantas, kenakalan remaja dan bahaya narkoba dari Reserse Narkoba Polres, Penanggulangan HIV/AIDas dari Komisi HIV AIDS dan KNPI mengenai organisasi dan kepemudaan,"sebutnya.

Selain itu, juga diselingi dengan kegiatan mnghibur seperti outbond. Namun tidak lagi ditetapkan penggunaan atribut yang tidak berfungsi dengan jelas.

"Kegiatan juga ditangani langsung pihak guru. Sedangkan OSIS hanya dilibatkan sebagai panitia pembantu, agar kegiatan benar-benar dikontrol guru di sekolah," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-11)