BORNEONEWS, Muara Teweh – Polres Barito Utara menggelar syukuran HUT ke-71 Bhayangkara di Aula Anggrawina Jagratara, Senin (10/7/2017). Acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres AKBP Tato Pamungkas Suyono.

Acara itu turut dihadiri Bupati Barito Utara Nadalsyah, Wakil Bupati Ompie Herby, Ketua DPRD Set Enus Y Mebas, kepala SOPD, dan anggota Polres Barito Utara.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Sambutan Kapolri Tito Karnavian. Dikatakannya, 1 Juli ditetapkan sebagai hari Bhayangkara. Kepolisian yang semula terdiri dari banyak elemen, pada tanggal 1 Juli 1946 disatukan dalam Djawatan Kepolisian Negara (DKN) yang merupakan kepolisian nasional dan langsung berada di bawah perdana menteri atau presiden.

“Saya bersyukur bahwa Polri masih survive sebagai organisasi, bahkan sudah berkembang menjadi institusi penting, serta menjadi salah satu pilar perekat keutuhan NKRI,” kata Kapolri yang disampaikan Kapolres.

Saat ini, lanjut dia, organisasi Polri terdiri dari 33 Polda, 461 Polres, dan 4.872 Polsek. Dengan total anggota 423.624 personel. Sejak 2014, di tingkat Mabes Polri diperkuat dengan pembentukan struktur baru, antara lain Korpolairud, Korbinmas, dan Korsabhara, yang masing-masing dipimpin inspektur jenderal, serta pembentukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Direktorat Keamanan Khusus Baintelkam, serta Biro Multimedia Divhumas, yang masing-masing dipimpin brigadir jenderal.

Pada tingkat Polda, telah terbentuk dua Polda baru, yakni Polda Sulawesi Barat dan Polda Papua Barat. Disusul 11 Polres baru, 99 Polsek baru, serta 144 Polsubsektor. Selain itu, delapan Polda dinaikkan dari tipe B yang dipimpin brigadir jenderal, menjadi tipe A yang dipimpin inspektur jenderal.

“Dan peningkatan dua tipe Polres dari tipe B, yang dipimpin ajun komisaris besar polisi (AKBP) menjadi tipe A yang dipimpin komisaris besar (kombes)” katanya.

Demikian pula di bidang anggaran, hingga saat ini anggaran Polri terus meningkat. Pada 2014 anggaran Polri sebesar Rp44 triliun, sedangkan pada 2017 naik menjadi Rp84 triliun. Dengan demikian, dalam kurun waktu tiga tahun, anggaran Polri telah bertambah hampir menjadi dua kali lipat.

Dengan ruang fiskal yang lebih luas, Polri telah melaksanakan modernisasi peralatan, sistem, serta sarana prasarana. Polri juga berupaya melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kinerja melalui perbaikan profesionalisme, kultur, serta manajemen media .

“Polri bukan hanya milik Polri semata. Namun Polri adalah milik kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat. Karena itu, dukungan dan doa dari semua pihak sangat kami butuhkan guna mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (RAMDHANI/B-3)