BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sekolah Dasar (SD) ini berada di tengah jantung Kota Pangkalan Bun, tapi tidak menjamin kelayakan sarana dan prasarana di sana. Justru sekolah ini kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan murid.
Sekolah itu adalah SD Negeri 3 Raja, Pangkalan Bun. SD yang direhab terakhir pada tahun 2004 lalu ini dan mempunyai 9 kelas dengan 13 tenaga pengajar dan 4 di antaranya guru honor ini kalah pamor dengan SD di sebelahnya.
Pantauan di SD Negeri 3, terlihat plafon di depan ruang kantor, ruang kelas dan beberapa ruang lainnya yang kerap dilewati murid-murid menjuntai dan rawan runtuh. Lebih memprihatinkan saat masuk ke ruang kelas terlihat bangku-bangku sudah tidak layak pakai, patah dan paku-pakunya menyembul keluar bahkan beberapa sandarannya sudah terlepas.
Tidak hanya itu, ventilasi yang dikelilingi kawat itu juga sudah terlepas serta lantai sekolah sudah terkelupas. Kemudian toilet di sekolah ini juga sangat tidak layak dan tidak sesuai dengan jumlah murid.
Bukan tanpa upaya, pihak sekolah sejak zaman Bupati Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto sudah beberapa kali menyampaikan kondisi itu, baik lisan maupun melalui proposal, bahkan ke DPRD Kobar namun hanya janji-janji yang diterima.
"Kita sudah menyampaikan perihal sekolah kami kepada bupati zaman Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto tapi hanya janji yang kami terima," ujar Hardi.
Sejauh ini pihak sekolah sudah melakukan beberapa upaya perbaikan ringan seperti menambal lantai semen yang bolong, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sekolah ini pada tahun lalu memperbaiki satu ruang kelas.
Sementara kepala sekolah SD Negeri 3 Raja, Agatsi mengakui bahwa dari 9 ruang kelas yang dimiliki kerusakan terparah ada di ruang kelas 2B, 3 dan 4.
"Dan sekitar 40 persen bangku dan meja sudah tidak layak guna, karena kita juga sudah lama tidak mendapat bantuan meja dan kursi," Imbuh Agatsi. (KOKO SULISTYO/B-11)








