BORNEONEWS, Sampit - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyebar 117 orang penyuluh agama di 17 kecamatan.

Kepala Kemenag Kotim, Samsudin mengatakan, hal tersebut salah satu tujuannya untuk mengantisipasi kenakalan remaja di wilayah tersebut.

"Melihat perkembangan dan informasi, baik berita dari tevisi, dari media sosial yang ada, sehingga usia-usia remaja mudah terpengaruh. Apalagi ilmu dari segi agama kurang, akan mudah tergiur atau tergoda baik penglihatan dan pendengarannya," katanya, Selasa (11/7/2017).

Menurutnya jangan sampai hal yang tidak terpuji terjadi pada anak-anak. Harapannya, jangan sampai mereka terjerumus seperti kejadian-kejian yang sudah ada.

"Seperti bulan-bulan kemarin  beberapa kali terjadi pembuangan bayi, apalagi sampai meninggal dan dari segi hubungan sangat tidak terpuji," tandasnya.

Dia mengatakan, 117 penyuluh agama yang tersebar di seluruh kecamatan tidak dibagi rata tetapi tergantung banyaknya penduduk dan agama yang dianutnya. Selain agama Islam, penyuluh agama juga diperutukan bagi agama lainnya.

"Selain penyuluh agama Islam, ada 10 orang untuk agama Kristen dan agama Hindu ada 7 orang," sebutnya.

Selain itu menurutnya, masyarakat juga perlu berhati-hati jika mempunyai anak remaja dengan lingkungannya, sebab pergaulan remaja dimulai dari keluarga di rumah.

"Pencegahan dari penyuluh agama, tokoh agama, bahkan dari kita semua minimal mengurangi kebebasan anak-anak kita yang sangat rawan menyebabkan hal yg tidak diinginkan, seperti berteman dengan lawan jenis yang melampaui batas," tutupnya. (NOOR ANNISA/B-11)