BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sangat multi komplek permasalahan infrastruktur di SDN 3 Raja, Pangkalan Bun. Akibat keterbatasan ruang di sekolah ini banyak perlengkapan ekstra kurikuler yang rusak.


Berbagai perlengkapan seperti alat marching band, tenis meja, buku dan peralatan lainnya hanya teronggok di bagian sekat penghubung antar ruang kelas yang disulap menjadi gudang dengan kondisi atap jebol, sehingga saat hujan air mengguyur peralatan itu.


Saat ini perlengkapan ekstra kurikuler ini terancam tidak bisa digunakan. Pihak sekolah tidak ada pilihan karena keterbatasan ruang untuk menyimpan perlengkapan dan ketiadaan anggaran untuk memperbaiki atap penyimpanan barang tersebut.


"Kita tidak memiliki gudang sehingga buku dan perlengkapan untuk murid ini rusak semua kena air hujan," keluh guru wali kelas 6, Hardi Selasa (11/7/2017).


Dia mengungkapkan fasilitas lainnya seperi Wc sudah tidak layak dan tidak sebanding dengan jumlah murid yang bersekolah. Dia mengaku sekolah berupaya melakukan pembenahan ringan terhadap beberapa fasilitas sekolah yang rusak.


Diketahui, selain kondisi gudang darurat, sekolah ini juga tidak memiliki ruang guru, ruang perpustakaan serta kondisi gedung sekolah yang rusak, terutama pada bagian plafon yang akan ambrol, bangku yang tidak layak serta beberapa fasilitas yang tidak memadai. (KOKO SULISTYO/B-6)