BORNEONEWS, Sampit - Aksi demo protes terhadap sejumlah permasalahan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur dipastikan akan dilaksanakan pekan ini.

"Rencananya pekan ini kami melakukan demo di Dinas PUPR dan DPRD Kotim. Kesepakatan kami Jumat (14/7/2017) ini dilakukan," kata Koordinator Aksi, Arsusanto, Selasa (11/7/2017).

Arsusanto mengatakan, demo itu sebagai upaya untuk mempertanyakan sejumlah proyek yang belum tanda tangan kontrak di Dinas PUPR. Padahal proyek-proyek tersebut sudah mereka dapatkan melalui proses lelang.

"Jadi apa lagi alasan mereka tidak mau tanda tangan. Apakah ingin menggugurkan proyek itu lagi seperti yang dialami PT Duta Panca Mandiri," kata Arsusanto.

Arsusanto menjelaskan, pekan lalu mereka batal melakukan aksi karena tidak diizinkan Polres Kotim lantaran waktu pengajuan pemberitahuannya terlalu mepet.

"Dari itu ini sudah kami persiapkan secara matang, pagi kami ke Dinas PUPR setelah itu ke DPRD Kotim. Tuntutan kami akan disampaikan habis dalam aksi tersebut," katanya.

Arsusanto memastikan aksi tidak anarkis. Mereka hanya meminta agar Dinas PUPR menjalankan aturan yang ada, dengan tidak mengorbankan pemenang lelang proyek di instansi itu.

"Yang jelas ada beberapa orang yang turun nanti. Yang kecewa atas sikap pihak dinas," tandasnya.(NACO/B-11)