BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengatakan, kesehatan masyarakat tetap harus diutamakan. Untuk itu ia tidak menginginkan ada masyarakat yang tidak mampu namun tidak ter-cover melalui Kartu Jaminan Kesehatan (JKN).

"Saya sudah sampaikan kepada Plt Sekda agar kebijakan anggaran kita tekankan pada kesehatan dan pendidikan. Pada 2018 - 2021 saya berharap tidak ada lagi anak yang tidak sekolah temasuk dari sisi kesehatan, tidak ada lagi keluhan terhadap kurangnya pelayanan," tuturnya, Selasa (11/72017).

Menurutnya, selama ini dari sisi kesehatan masih ada yang tidak ter-cover melalui kartu jaminan kesehatan, apalagi kartu Pro Sahati yang selama ini dianggap sangat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, per Januari sudah tidak bisa dipakai lagi.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, mengenai sistem apa yang dipakai agar kartu Pro Sahati bisa berjalan.

Dirinya menginginkan masyarakat yang tidak ter-cover oleh kartu jaminan kesehatan, bisa di-cover melalui kartu Pro Sahati.

"Mudah-mudahan ini bisa terlaksana, saya sudah berasumsi kurang lebih Rp10 miliar sampai Rp15 miliar kita sediakan untuk jaminan kesehatan melalui kartu Pro Sahati. Agar tidak ada lagi kendala-kendala atau laporan yang masuk kepada saya mengenai pelayanan yang kurang baik bahkan tidak melayani," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-5)