BORNEONEWS, Kuala Kurun- Tim dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan (Kalsel) didampingi pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng serta petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gunung Mas, beberapa hari lalu mengunjungi situs bersejarah di sekitar Desa Sumur Mas, Kecamatan Tewah, tepatnya di kawasan Gunung Mas.
"Kunjungan dari pihak Balai Arkeologi Kalsel yang wilayah kerjanya meliputi Pulau Kalimantan, untuk mendata situs bersejarah di kawasan Gunung Mas," ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Gumas Christira Elyswandi kepada Borneonews, Selasa (11/7/2017).
Ia menurutkan, kawasan Gunung Mas merupakan tempat menambang emas oleh bangsa Belanda ratusan tahun silam. Buktinya di tempat itu masih banyak ditemukan sisa peninggalan Belanda. Seperti cerobong asap yang terbuat dari baja, lubang tempat menambang emas, dan lainnya. Sejarah itulah yang ingin diketahui dan didata oleh tim dari Balai Arkeologi Kalsel.
"Kawasan Gunung Mas sudah ditetapkan menjadi kawasan cagar budaya," terang Christira yang saat itu bersama stafnya, Jhony Irawan, mendampingi tim dari Balai Arkeologi Kalsel ke kawasan Gunung Mas.
Menurut dia, kunjungan tim dari Balai Arkeologi Kalsel kemungkinan akan ada kelanjutanya. Mengingat di kawasan Gunung Mas sarat akan sejarah dan perlu mendapat perhatian serius pemerintah.
"Tim dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan juga melakukan penelitian di permukiman kuno Kuta Mapot di Kecamatan Rungan Hulu," sebutnya. (EPRA SENTOSA/B-3)








