BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada pernyataan sekaligus ajakan keras nan mengundang nyali kepala daerah yang diteriakkan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran. Semua bupati/walikota harus berani aturan daerah. Jangan sampai justru diatur oleh pihak lain yang ‘berusaha’ di daerah.
Penekanan ini disampaikan Gubernur Sugianto saat membuka rapat kordinasi pengendalian pembangunan (Rakordal) triwulan II 2017 di aula Bappedalitbang Kalteng Jalan Diponegoro, Rabu (12/7/2017). Hadir sejumlah bupati atau wakil bupati dari 14 kabupaten/kota di Kalteng.
“Semua kepala daerah di 14 kabupaten/kota, kita jangan mau diatur-atur mereka para pengusaha yang ingin nakaldi daerah kita. Kita yang pemimpinnya, kok kenapa mau diatur-atur. Merekalah yang harusnya mau kita atur. Kita harus bersatu, kepentingan daerah yang harus kita utamakan, kesejahteraan rakyat kita harus jadi muaranya,” tegasnya.
Gubernur juga menandaskan kepala daerah adalah pengelola dan penaggung jawab kegiatan pemerintah di daerah. Maka tidak boleh ada rasa takut kepada investor yang sudah lama menggeluti bisnisnya di Kalteng, namun tidak banyak imbal balik kepada masyarakat, apalagi kepada daerah.
Sudah waktunya mereka berbaik hati kepada daerah karena sumber daya alam (SDA) sudah dikeruk dan dibawa ke luar Kalteng. Seringkali tidak memenuhi kewajiban kepada daerah baik berupa pajak maupun retribusi.
Sehingga menjadi pertanyaan saat kepala daerah justru membela mereka pengemplang pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya kepada daerah penghasil.
“Mereka sudah kaya raya, bisa menyekolahkan anak cucu mereka ke luar negeri dengan akses cukup bagus, sedangkan anak cucu kita di sekitar ladang usaha tidak terperhatikan adalah fenomena yang miris. Jangan biarkan terus terjadi. Saatnya mereka kita ajak berbaik budi kepada Kalteng. Jangan sampai rakyat kita sulit sekolah dan susah masuk rumah sakit,” tegasnya. (ROZIQIN/B-6)








