BORNEONEWS, Muara Teweh - Manajer PT PLN Rayon Muara Teweh Permono Gunawan mengatakan, saat ini ada beberapa desa di Kabupaten Barito Utara yang sudah bisa menikmati aliran listrik.

Seperti Desa Sikuy di Kecamatan Teweh Baru dan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Lahei Barat serta sebagian desa di Kecamatan Teweh Tengah.

Menurutnya, listrik masuk desa merupakan program pemerintah pusat. Yang mana seluruh wilayah perdesaan segera teraliri listrik. Hanya, yang menjadi kendala di wilayah Kabupaten Barito Utara ialah persoalan infrastruktur dan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan listrik. Sebagai bukti masih banyak tuntutan ganti rugi dari masyarakat terhadap lahan yang digunakan membangun jaringan listrik.

“Setiap rekanan dari PLN yang memasang jaringan listrik di desa-desa menginformasikan ada sebagian warga yang menuntut ganti rugi. Padahal dalam pemasangan jaringan tidak ada anggaran biaya untuk ganti rugi lahan warga,” ujarnya, Rabu (12/7/2017).

Hal-hal semacam itulah yang menjadi faktor penghambat pemasangan jaringan listik ke setiap desa. “Memang tidak semua warga. Tetapi selalu ada warga yang berupaya menghambat proses pemasangan jaringan listrik,” imbuhnya.

Banyak pekerjaan kontraktor terkendala tuntutan warga. Sehingga terpaksa dihentikan. Seperti pemasangan jaringan listrik di Desa Rarawa hingga Desa Malungai dan Kelurahan Montallat. Penghentikan proyek itu karena warga ada yang menuntut ganti rugi lahan.

“Pada prinsipnya tidak menjadi masalah dengan ganti rugi lahan asalkan memang ada anggarannya. Namun anggarannya tidak ada. Upaya komunikasi juga sudah dilakukan baik melalui aparat desa maupun warga lainnya. Namun selalu tidak ada solusinya,” ungkapnya.

Pernomo berharap, Pemkab Barito Utara turut memberi pemahaman kepada masyarakat supaya tidak menuntut ganti rugi. Sebab PLN tidak memiliki angaran untuk itu.

Kendala lain yang dialami PLN dalam pemasangan jaringan yakni pemilik tanah tinggal di daerah lain, sedangkan yang bersangkutan tidak mau merelakan sebagian tanam tumbuh yang terkena lintasan jaringan di potong atau di tebang. Di sisi lain, warga lain membutuhkan aliran listrik. (RAMADHANI/B-3)