BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski pelecehan seksual sudah menimpa sejumlah pengendara perempuan di jalanan Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) hingga kini polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Kapolsek Arut Selatan (Arsel) AKP Goy Sutanto mengaku kesulitan menangkap pelaku pelecehan seksual yang kerap terjadi di wilayah hukumnya. Selain minimnya laporan, informasi yang diperoleh juga masih sumir.

"Sejak bertugas di sini (Kapolsek Arsel), belum ada laporan masuk, kalau sekadar informasi memang sempat ada," ucap dia saat dihubungi Borneonews, Kamis (13/7/2017).

Kesulitan lain, jelas Goy, informasi yang diperoleh juga kurang detail. Misalnya, korban tidak bisa memastikan ciri-ciri pelaku atau nomor kendaraan yang digunakan.

Sementara itu, salah satu saksi mata, Hendry menyebut, pelaku pelecehan seksual tidak memasang pelat nomor pada kendaraannya. Ia juga menduga, pelaku sangat mengenal jalanan untuk melancarkan aksinya. "Habis melancarkan aksinya, pelaku langsung menghilang," jelasnya.

Senada diungkapkan DL (34), salah satu korban pelecehan seksual di sekitar Jalan Pangeran Diponegoro itu mengaku sempat mengejar pelaku, bahkan sempat membuntuti pelaku sampai ke gang-gang. "Saya kejar sampai keluar masuk gang, sudah ngebut. Namun akhirnya saya kehilangan jejaknya," ujar dia.

Sebelum kehilangan jejak, DL mengaku hampir sejam mengejar pelaku. "Saya diputer-puterin ke gang-gang, waktu mulai masuk gang sepi, saya mulai berpikir ulang untuk mengejarnya sendirian," kata DL.

Menghindari kejadian yang lebih parah, DL memutuskan untuk menghubungi rekannya untuk kembali memburu pelaku. Sejumlah gang dan tempat tongkrongan disatroni, namun tanpa hasil. "Saya yakin pelakunya orang sekitar sini, sangat kenal dengan jalan dan gang yang ada," cetusnya.

Meski enggan melaporkan kejadian yang telah menimpanya, ia tetap berharap pelakunya segera ditangkap sehingga tindakan amoral itu tidak lagi menghantui warga Pangkalan Bun, terutama kaum perempuan saat berkendara sendiri. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)