BORNEO NEWS, Kuala Kapuas - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kapuas Erik Talinting Toepak mengecam manajemen perusahaan PT Industrial Forest Plantation (IFP) yang dianggap tidak memiliki tata krama sebagai pendatang di tanah milik orang Dayak.
"Kita selaku tamu seharusnya punya sopan santun di rumah orang masuk tidak permisi tidak menghargai tuan rumah jadi saya kecam pihak perusahaan tidak bahadat sesuai dengan prinsip kita selaku warga Dayak,"kata Erik kepada Borneonews, Rabu (13/7/2017).
Ia melanjutkan seorang Bupati Kapuas sebagai kepala daerah datang tidak dihormati perusahaan. Hal itu ditunjukkan ketidakhadiran pimpinan perusahaan. Erik sangat menyayangkan sikap perusahaan yang tidak menghormati warga, pemerintah dan adat istiadat di Kalimatan Tengah terutama Kabupaten Kapuas.
"Beruntung di Kalteng masih menghargai musyawarah mufakat karena Kalteng masih dalam kesatuan NKRI. Saya tekankan perusahaan ini tidak tahu adat di Kalimatan Tengah ini, masuk rumah tidak mengetuk (pintu) dan menurut saya selaku orang Dayak perusahaan ini patut keluar dari sini," tegas dia.
Erik menegaskan kondisi daerah Kalteng ini aman kalau tidak pihak perusahaan yang mengacau di tengah masyarakat. Sehingga terjadi konflik sosial. Seharusnya NKRI berati padu bukan dicerai berai demi kepentingan sepihak.
"Kami ini aman dan damai kalian lah selaku perusahaan yang membuat kegaduhan di Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung, kalau kita kompak tidak mungkin tercerai barai karena kita adalah NKRI," tukasnya
Ia menjelaskan masalah ritual hinting yang dilakukan warga desa Tumbang Moroi sudah benar karena meraka memperjuangkan hak-hak warga masayarakat yang merasa tidak di hargai selaku pemilik tanah.
"Tolong pihak perusahaan duduk dengan baik untuk membicarakan permasalahan ganti rugi tanah mau pun lahan kebun yang sudah di babat habis dan hinting yang di lakukan warga saya nyatakan sah dan benar," pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)
Ketua DAD Kapuas Kecam PT IFP Tidak Bahadat
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Perkuat Inklusi Keuangan hingga Desa, Sasar Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Monchengladbach Sudahi Rentetan Kekalahan dengan Bungkam Stuttgart
CBI Group Sudah Kirim 6.000 Liter BBM untuk Bantu Tangani Karhutla TNTP
Persib Bandung Alihkan Fokus ke Laga Hadapi Garudayaksa FC
CBI Group Kembali Bantu 2.000 Liter BBM untuk Karhutla TNTP
Pemerintah Revisi Perpres 26/2026 untuk Impor Minyak Berbagai Negara
Komentar (0)
Memuat komentar…







