BORNEONEWS, Buntok - Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap), di Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, kekurangan ruang kelas dan guru.
Kepala Desa Madara Elson Saragih mengatakan, guru yang mengajar di SMPN Satap hanya empat orang. Terdiri dari tiga guru berasal dari pengajar SD dan satu orang tamatan sekolah menengah atas (SMA). Akibatnya proses belajar mengajar menjadi kurang maksimal.
“Untuk itu kita berharap agar guru SMPN Satu Atap ini bisa ditambah. Sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan,” kata Elson Saragih kepada Borneonews, Kamis (13/7/2017).
Selain kurangnya ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar, tidak tersedianya gedung perpustakaan serta buku-buku, baik di SDN maupun SMPN Satap. “Serta yang paling parah tidak tersedianya gedung PAUD/TK. Sementara ini dana yang bersumber dari APBDes sangat terbatas,” ucapnya.
Ia pun meminta pemerintah melalui instansi terkait agar menambah jumlah guru, ruang kelas, serta membangun gedung PAUD dan TK.
Sejauh ini, menurutnya, mutu pendidikan yang diberikan belum maksimal. Buktinya masih ada pelajar yang tidak lulus ujian akhir nasional. Di samping itu, tingkat kepedulian masyarakat Desa Madara terhadap pendidikan masih rendah. Hal itu sejalan dengan persoalan ekonomi.
Saat dimintai konfirmasi mengenai persoalan SMPN Satap Desa Madara, Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Jumadi, mengatakan pihaknya akan mengkroscek terlebih dulu ke lapangan.
“Setelah kita mengetahui berapa kekurangan guru serta ruang kelas baru kita menempatkan guru di SMPN Satap Desa Madara,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-3)








