BORNEONEWS, Muara Teweh – Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Barito Utara membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) di Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang. Lokasi SMK berada sekitar 8 kilometer dari ibu kota kecamatan.
Lokasi yang cukup jauh tersebut menimbulkan pertanyaan dari Fraksi Gerakan Keadialan Karya Bangsa (GKKB). Menurut Fraksi GKKB, Mustafa Joyo Muchtar, seharusnya SMK tersebut dibangun di Desa Ketapang. Bukan di lokasi yang jauh dari pusat kota atau keramaian seperti saat ini.
Akibat pemilihan lokasi yang tidak strategis, sekolah itu akhirnya tidak memiliki siswa pada tahun ajaran 2017. “Hal ini dapat dikatakan pembangunan SMK tersebut terkesan mubazir dan hanya membuang-buang anggaran,” ucapnya, Rabu (12/7/2017).
Ia menurutkan, dalam setiap pembangunan sekolah seharusnya memperhatikan kondisi di lapangan, minat masyarakat, serta sebaiknya berada di pusat kota. Sehingga lokasi sekolah dapat dijangkau masyarakat dengan mudah.
Ia berharap, ke depan Dinas Pendidikan dalam merekomendasikan atau melakukan pembangunan harus melihat hal-hal tersebut. Sehingga sekolah yang dibangun dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. (RAMADHANI/B-3)








