BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunung Mas menggelar Sosialisasi Satuan Tugas Gerakan Sayang Ibu di Hotel Lising, Kamis (13/7/2017).
Ketua panitia sosialisasi, Abrori, mengatakan setidaknya ada 10 tujuan dari Gerakan Sayang Ibu.
Pertama, menurunkan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas, serta menurunkan angka kematian bayi.
Kedua, meningkatkan pengetahuan ibu atau kaum perempuan mengenai penyakit menular seksual (PMS).
Ketiga, meningkatkan pengetahuan ibu atau kaum perempuan mengenai perawatan kehamilan, proses melahirkan yang sehat, pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif, dan perawatan bayi.
Keempat, memantapkan komitmen dan dukungan terhadap Gerakan Sayang Ibu.
Kelima, meningkatkan kepedulian dan dukungan sektor terkait terhadap upaya penanggulangan penyebab kematian ibu dan bayi secara terpadu.
Enam, memantapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mengembangkan dan membangun mekanisme rujukan sesuai dengan kondisi daerah.
Ketujuh, meningkatkan kepedulian dan peran serta instansi masyarakat, LSM, organisasi masyarakat, dan organisasi profesi dalam perencanaan, pelaksanaan, pantauan dan evaluasi ibu hamil, bersalin, dan nifas di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Delapan, meningkatkan fungsi dan peran instansi kesehatan baik pemerintah maupun swasta dalam pelayanan kesehatan yang aman, ramah, dan nyaman bagi ibu serta bayi.
Sembilan, meningkatkan upaya dalam mengubah budaya masyarakat yang merugikan kesehatan ibu, bersalin, nifas, serta bayi yang dilahirkan.
"Sepuluh, meningkatkan upaya pengembangan dana perawatan ibu hamil, bersalin, nifas, serta perawatan di setiap wilayah kelurahan dibawah koordinasi camat," ujar Abrori yang juga kepala Bidang Pemberdayaan Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga," ujarnya, Kamis (13/7/2017). (EPRA SENTOSA).








