BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pada 2016 pendapatan daerah Kabupaten Gunung Mas ditargetkan Rp993.435.109.953, namun hanya terealisasi Rp980.695.623,62 atau 98,72.

Bupati Gunung Mas Arton S Dohong dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kamiar pada rapat paripurna DPRD, Jumat (14/7/2017) menyampaikan, kendala tidak tercapainya pendapatan daerah antara lain.

Pertama, belum lengkap dan akuratnya data obyek pajak subyek pajak. Dua, kesadaran membayar pajak dan retribusi masih rendah.

Tiga, pemagaman wajib pajak terhadap peraturan peepajakan belum optimal. Empat, kevijakan pencabutan/ pembatalan regulasi dari pemerintah pusat terhadap beberapa peraturan daerah pada sektor perpajakan dan retribusi daerah.

Lima, penurunan pendapatan Kabupaten Gunung Mas tidak lain akibat pengaruh tidak tercapainya target pendapatan nasional dan menyebabkan dana transfer dari pemerintah pusat juga berkurang. Enam, pertumbuhan ekonomi nasuonal.

Tujuh, harga jomoditas khususnya yang menjadi andalan ekspor juga belum banyak mengalami perbaikan. Akibatnya, penerimaan negara dari sektor tersebut ikut turun. Delapan, ekonomi global yang belum pulih, sehingga berpengaruh pada penurunan perdagangan internasional. (EPRA SENTOSA/B-6)