BORNEONEWS, Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara Ompie Herby mengatakan bahwa ada sekitar 40 calon peserta didik baru yang telah menyerahkan formulir daftar ulang ke SMKN 1 Gunung Timang yang terletak di Desa Kandui. Jumlah itu didapat berdasarkan informasi yang disampaikan kepala SMKN 1 Gunung Timang.
Demikian salah satu poin pidato jawaban Bupati Barito Utara yang dibacakan Wakil Bupati Ompie Herby terhadap pemandangan umum Fraksi Gerakan Keadilan Karya Bangsa (GKKB) yang menyebut pembangunan SMKN 1 Gunung Timang mubazir, saat Rapat Paripurna, Jumat (14/7/2017).
Wakil Bupati mengatakan, dana pembangunan SMKN 1 Gunung Timang bukan berasal dari Pemkab Barito Utara, melainkan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun anggaran 2016.
Sebelum SMKN 1 Gunung Timang berdiri, Pemkab Barito Utara sebenarnya telah berencana membangunan SMK Ketapang. Rencana itu bahkan sudah diusulkan pada 2014 dan 2015, serta telah ditinjau oleh perwakilan Kemendikbud. Namun usulan itu tidak direalisasikan karena kondisi lokasi tidak terjangkau jaringan listrik. Selanjutnya, pada 2016 diusul kembali serta dikunjungi ulang oleh perwakilan Kemendikbud dengan lokasi yang sama di Desa Ketapang.
“Pada saat ditinjau kedua kali oleh pewakilan Kemendikbud pada 2016, kendala yang ditemukan masih sama yakni belum ada aliran listrik, ditambah lokasi tersebut rawan banjir. Sehingga ditegaskan bila masih menginginkan dibangun pada lokasi tersebut, pihak Kemendikbud tidak akan menyetujuinya. Dan disarankan untuk mencari lokasi lain,” ujar Ompie Herby.
Lalu, diusulkanlah pembangunan di dalam Desa Kandui berdekatan dengan SMAN 1 Gunung Timang, namun lagi-lagi ditolak Kemendikbud karena terlalu dekat dengan sekolah yang ada. Selanjutnya, dicari tempat lain dan disepakati pada lokasi saat ini, dengan jarak 7 kilometer dari SMAN 1 Gunung Timang. (RAMADHANI/B-3)








