BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang (Kabid) yang dalam jabatan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) disebut Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Kalteng, Sisto Hartati mengaku bangga dengan ditampilkannya tarian Dayak pada gelaran Utsawa Dharma Gita (UDG) yang ditutup di Main Dining Hall Wisma Atlet Jakabaring Sport Centre, Palembang, Minggu (9/7/2017) lalu.

"Tentu kita bangga bahwa di setiap ajang Utaswa Dharma Gita, putra-putri Kalteng diminta untuk tampil menyuguhkan tarian khas daerah untuk memeriahkan kegiatan baik saat pembukaan maupun penutupan," ungkap Sisto kepada Borneonews, Sabtu (15/7/2017).

Menurut Sisto UDG atau yang juga dikenal Festival Nyanyian Suci Keagamaan Hindu ke XIII tahun 2017 ini merupakan even bergenggi nasional. Maka tidak heran jika penampilan dari Kalteng yang selalu ditunggu ini menjadi kebanggaan tersendiri. "Selain itu, kontingen Kalteng juga selalu diminta tampil membacakan kitab Panaturan, kitab suci agama Hindu Kaharingan Kalimantan," tambahnya.

Sementara itu Tokoh Dayak Kalteng, Lewis KDR yang juga hadir di acara penutupan kegiatan tersebut mengatakan bahwa tarian yang disajikan ketiga remaja Kalteng itu berjudul Hampenyang Mandau Ampang. Tarian khas Dayak Kalteng itu menggambarkan bahwa masyarakat yang hidup di era modern saat ini bagikan berenang di samudra perbedaan.

"Persamaan dan perbedaan adalah kodrat dari Tuhan dan bukan hal yang negatif, jika manusia bisa memberikan proporsi dengan akal budi yang sehat," ucap Lewis.

Menurutnya, tarian bertema "Kekuatan Spiritual dan Isen Mulang (pantang menyerah) dalam Menghadapi Perkembangan Jaman" ini sengaja disuguhkan untuk memotivasi peserta UDG Nasional dan masyarakat Indonesia agar terus berani membela kebenaran secara ritual dan spiritual dalam menjaga alam dan melestarikan budaya di tengah keberagaman suku, agama dan bahasa agar tetap kokoh dalam ikatan falsafah Bhineka Tunggal Ika.

"Bangsa kita, akhir-akhir ini diguncang isu-isu intoleran yang bisa memecah-belah dan mengerogoti persatuan dan kesatuan kita. Karena itu, sebagai bagian anak bangsa, putra-putri Kalteng di kotingen Ustawa ini ingin mengobarkan semangat menjaga kebinekaan agar bangsa ini tetap kokoh di tengah keragaman," ucap Lewis.

Utsawa Dharma Gita XIII ditutup oleh Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya. Tampil sebagai juara umum kontingan dari Provinsi Bali. (TESTI PRISCILLA/B-8)