BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seiring bertambahnya usia, kadar senyawa penting di dalam tubuh juga berkurang.

Dalam sebuah penelitian terbaru, ternyata kandungan senyawa di dalam minyak sawit dapat menggantikan senyawa-senyawa yang hilang itu.

Studi yang dilakukan di Eropa itu, seperti dilansir Palmoilhealth, melibatkan 2.118 wanita dan pria dengan rentang usia 35 hingga 74 tahun. Mereka berasal dari enam negara Eropa.

Dalam studi tersebut, tim peneliti mengkaji dan menguji plasma karotenoid (alfa dan beta-karoten, lutein, zeaxanthin, beta-cryptoxanthin, likopen, alfa- dan gamma-tokoferol, dan retinol) serta untuk mengetahui hubungan antara usia dengan faktor demografi dan pola makan.

Tim peneliti menemukan bahwa meski plasma beta-cryptoxanthin, lutein, zeaxanthin alfa- dan gamma-tokoferol dan retinol tidak turun kadarnya seiring usia, tapi karotenoid penting lainnya seperti alfa-karoten, beta-karoten dan likopen turun drastis seiring bertambahnya usia.

Yang menarik, untuk wanita dan non perokok dengan asupan tinggi suplemen vitamin, konsumen buah dan sayuran, kadar alfa-karoten, alfa-tokoferol dan beta-cryptoxanthin dan jauh lebih tinggi untuk kelompok plasma.

Sementara itu, pakar gizi dari ExcelVite, CheeYen Lau, mengatakan sawit adalah sumber terkaya karoten campuran alami (alfa-karoten dan beta-karoten). (NEDELYA RAMADHANI/m)