BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Rusliansyah mengaku kerap menerima laporan dari masyarakat terkait keterlambatan proses pembuatan kartu Palangka Raya Sehat atau kartu BPJS Kesehatan.
Ruslianyah menyebut bahwa pihaknya sudah pernah memanggil pihak BPJS Kesehatan terkait hal ini namun tampaknya belum ada perubahan dalam birokrasinya.
"Komisi C pernah sekali memanggil pihak BPJS Kesehatan untuk mengkonfirmasi terkait persoalan ini, dan sudah memberikan saran dan masukan mengenai pembuatan kartu Palangka Raya Sehat BPJS Kesehatan. Namun sampai sekarang tidak ada perubahan atau perbaikan sama sekali, dan masyarakat tetap mengeluhkan kesulitan mendapat kartunya," ungkap Rusliansyah kepada Borneonews, Sabtu (15/7/2017).
Politisi Partai Golkar ini mengatakan bahwa hal ini tidak baik. Keterlambatan yang terjadi di lingkup pengurusan kartu ini menyebabkan masyarakat yang tergolong tidak mampu ini malah semakin susah.
"Ketika ingin berobat di puskesmas, mau tidak mau, ia harus membayar dengan sejumlah uang. Karena apa? Karena kartu belum mereka pegang. Padahal masyarakat tersebut sudah terdaftar di Dinas Sosial sebagai orang tidak mampu dan harusnya ter-cover dalam BPJS Kesehatan," pungkasnya.
"Makanya, dalam waktu dekat ini Komisi C akan melakukan pemanggilan kedua kepada pihak BPJS tersebut, kalaupun tidak direspon lagi dan masyarakat terus mengeluh, maka DPRD akan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) untuk memutus kerjasama dengan BPJS Kesehatan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








