BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Jalan Abdul Rahman, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), hingga harus menanam pohon pisang di tepi jalan untuk menuntut perbaikan jalan pemukiman mereka yang rusak parah.
Warga geram akibat tak kunjung diperbaiki jalan Abdul Rahman sering memakan korban kecelakaan tunggal akibat lubang-lubang yang mengangga yang tersebar sepanjang 300 meter. Terlebih pada malam hari, jalan itu tak ada penerangan sehingga warga kerap kena jebakan saat melintas dan terjatuh saat menabrak lubang tersebut.
Kondisi jalan tersebut sudah berulangkali diadukan kepada pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Dinas PUPR) melalui DPRD Kobar namun hingga saat ini tak ada respon terhadap permasalahan yang dihadapi warga selama ini.
Yasan, warga Jalan Abdul Rahman, RT 12, Kelurahan Baru meminta dengan tegas kepada pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur di pemukiman mereka. Tak elok dipandang jalan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun kondisinya memprihatinkan.
Menurutnya batang pohon pisang yang digantungi tulisan "Kami warga menuntut jalan ini diperbaiki" ditanam warga merupakan salah satu bentuk protes terhadap pemerintah. Harapannya protes warga ini akan direspon baik oleh pemerintah dengan memperbaiki infrastruktur jalan mereka.
" Sudah tiga tahun warga merasakan ketidaknyamanan saat melintas di jalan itu, padahal jalan itu berada di tengah kota, berdekatan dengan kantor Lurah baru dan pasar, harusnya kondisinya tidak seperti ini," keluh Yasan, yang juga tokoh pemuda di Kobar, Sabtu (15/7/2017). (KOKO SULISTYO/B-5)








