BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Jalan penghubung antara Desa Anjir menuju Desa Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas yang baru diaspal pada 2016 lalu dengan anggaran Rp80 miliar namun  saat ini kondisinya sudah rusak.

Menurut Zaini, warga Kapus Kuala, ditengarai pengerjaannya proyek oleh PT Hutama Karya (HK) tersebut asal-asalan.

Penyebab rusaknya jalan itu, imbuh dia, diduga karena bahan yang digunakan untuk membangun ruas tersebut menggunakan bahan-bahan yang kurang berkualitas sehingga tidak kuat untuk menopang kekuatan mobil yang melewati jalan tersebut dengan beban yang berat.

Hal itu justru tidak sesuai dengan dana yang dikucurkan untuk pembangunan jalan tersebut yang mencapai hingga Rp80 miliar.

"Padahal jalan ini baru berusia seumur jagung, namun sudah rusak begini, seharusnya jalan ini segera diperbaiki sebelum memakan korban jiwa," kata Zaini, Sabtu (15/7/2017).

Zaini menambahkan, jalan tersebut baru diaspal pada tahun 2016 lalu. "Saya heran, kok secepat itu ya rusaknya," katanya.

Menurut dia, pondasi atau konstruksi jalan yang bangun dengan perencanaan yang matang dipastikan jalan tidak akan rusak seperti ini, yang jelas jalan ini rusak karena dikerjakan dengan asal-asalan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Kapuas Simpun Jaya, melalui Kabid Bina Marga, Teras mengatakan, kondisi jalan tersebut memang rusak, namun hal itu masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan.

Karenan rekanan ini mempunyai banyak pekerjaan konstruksi sehingga jalan yang baru diaspal digunakan untuk mengangkut bahan material sehingga meneyebabkan jalan menjadi rusak.

"Intinya rekanan mau bertanggung jawab dan siap untuk memperbaikinya, disamping memang masih dalam masa pemeliharaan," ujar Teras melalui telepon selulernya. (HAMDI/B-5)