BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia menanggapi santai adanya sengketa lahan yang digunakan sebagai lokasi kegiatan Kemah Budaya Nasional (KBN) dengan warga sekitar.
Riban justru menanggapi dengan nada bercanda. "Yang mana sengketa? banyak sengketa kita ini," tutur Riban seusai menyambut rombongan peserta KBN di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (15/7/2017).
Saat diperjelas bahwa yang dimaksud sengketa lahan dengan warga di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Kambariat Tuah Pahoe, Riban baru menjelaskan duduk persoalannya.
"Yang di lokasi KBN itu bukan apa-apa. Itu cerita lama yang belum selesai. Makanya saya ini punya warisan, saya ini mewarisi masalah lama," tambahnya.
Menurut Riban sebenarnya masalah ini jika ditangani sejak lama secara serius tidak akan menjadi masalah.
"Sekarang kita tangani. Makanya tidak ada masalah. Kalau bagi saya tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Kemaren masalahnya ada lahan yang mereka merasa milik mereka, tapi belum diizinkan. Tidak akan mengganggu kegiatan KBN. Mereka kan warga kita," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)
Riban justru menanggapi dengan nada bercanda. "Yang mana sengketa? banyak sengketa kita ini," tutur Riban seusai menyambut rombongan peserta KBN di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (15/7/2017).
Saat diperjelas bahwa yang dimaksud sengketa lahan dengan warga di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Kambariat Tuah Pahoe, Riban baru menjelaskan duduk persoalannya.
"Yang di lokasi KBN itu bukan apa-apa. Itu cerita lama yang belum selesai. Makanya saya ini punya warisan, saya ini mewarisi masalah lama," tambahnya.
Menurut Riban sebenarnya masalah ini jika ditangani sejak lama secara serius tidak akan menjadi masalah.
"Sekarang kita tangani. Makanya tidak ada masalah. Kalau bagi saya tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Kemaren masalahnya ada lahan yang mereka merasa milik mereka, tapi belum diizinkan. Tidak akan mengganggu kegiatan KBN. Mereka kan warga kita," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








