BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi yang luar biasa dalam diberbagai bidang. Salah satunya perikanan dan kelautan. Jika potensi ini dikelola dengan baik maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Abdul Kadir menilai hasil laut bisa dimanfaatkan nelayan untuk mendukung kesejahteraan bila dikelola dengan baik dan modern serta didukung pemerintah daerah melalui kebijakan yang pro nelayan.
"Wilayah perairan Kotim cukup luas dan tidak hanya di laut saja, tapi juga di sungai dan danau yang berpotensi menghasilkan sumber daya perikanan," kata Kadir, Minggu (16/7/2017).
Namun sayang potensi yang besar itu menurutnya belum digarap dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat karena kurang mendapat dukungan dari pemerintah, sehingga terkesan mubazir.
Dijelaskan, produksi ikan tidak maksimal bukan karena pencurian yang dilakukan dari orang luar, tapi justru minimnya sarana penunjang bagi nelayan untuk melakukan kegiatan.
Selain adanya pelabuhan tempat penjualan ikan di daerah yang berdekatan dengan laut, nelayan juga perlu ditunjang dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup. Karena nelayan tidak bisa melaut kalau mereka kesulitan mendapatkan BBM subsidi. (NACO/B-6)
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Abdul Kadir menilai hasil laut bisa dimanfaatkan nelayan untuk mendukung kesejahteraan bila dikelola dengan baik dan modern serta didukung pemerintah daerah melalui kebijakan yang pro nelayan.
"Wilayah perairan Kotim cukup luas dan tidak hanya di laut saja, tapi juga di sungai dan danau yang berpotensi menghasilkan sumber daya perikanan," kata Kadir, Minggu (16/7/2017).
Namun sayang potensi yang besar itu menurutnya belum digarap dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat karena kurang mendapat dukungan dari pemerintah, sehingga terkesan mubazir.
Dijelaskan, produksi ikan tidak maksimal bukan karena pencurian yang dilakukan dari orang luar, tapi justru minimnya sarana penunjang bagi nelayan untuk melakukan kegiatan.
Selain adanya pelabuhan tempat penjualan ikan di daerah yang berdekatan dengan laut, nelayan juga perlu ditunjang dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup. Karena nelayan tidak bisa melaut kalau mereka kesulitan mendapatkan BBM subsidi. (NACO/B-6)








