BORNEONEWS, Kuala Kurun - Ketinggian banjir yang melanda Kuala Kurun, ibu kota Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Minggu (16/7/2017) sore, mulai turun. Namun turunnya debit air tidak signifikan, hanya sekitar 10 centimeter.

"Sepertinya sore ini banjir sedikit berkurang jika dibandingkan dengan tadi pagi," ujar Siswanto, 36, warga Kuala Kurun.

Meski banjir mulai surut, ratusan rumah warga masih terendam air. Hal itu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang mengungsi di tempat di tempat keluarga yang tidak terkena banjir.

"Semoga saja banjir cepat surut. Sebab banjir ini betdampak kurang baik, di samping aktivitas terganggu, barang-barang banyak yang basah dan menimbulkan kerugian," kata Rambang Siwan, 47, warga Kuala Kurun lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Mas Muhamad Rusdi mengimbau, masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman banjir susulan. Sebab debit air Sungai Kahayan masih tinggi dengan arus cukup deras. Terlebih, masih banyak desa dan kelurahan di bagian hilir Kuala Kurun rawan bencana banjir.

"Petugas kami selalu siaga dan memantau perkembangan banjir. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendata dan membantu korban banjir," ujar Rusdi. (EPRA SENTOSA/B-3)