BORNEONEWS, Puruk Cahu - Berdasarkan hasil pantauan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya (Mura), ketinggian banjir di Desa Muara Tupuh, Kecamatan Laung Tuhup, mencapai 5 meter. Desa itupun dinobatkan sebagai daerah dengan banjir terparah.

Petugas BPBD Mura Rofiq mengatakan, aktivitas masyarakat di Desa Muara Tupuh lumpuh total. "Banjir merata dialami hampir semua desa di bantaran Sungai Laung (anak Sungai Barito), yang paling parah di Desa Muara Tuhup," ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/7/2017).

Rofiq menuturkan, akibat tingginya banjir, warga Desa Muara Tupuh terpaksa tinggal di lantai dua rumah mereka. Sedangkan bagi warga yang rumahnya tidak bertingkat, mengungsi ke tempat tetangga atau keluarga yang lebih aman.

"Bahkan ruangan kelas di sekolah dasar di desa tersebut juga tidak luput dari banjir kali ini. Hari ini kami melakukan pemantauan di beberapa desa di Kecamatan Laung Tuhup, di antaranya Desa Biha, Desa Dirung Pundu, Dirung Pinang, dan Muara Tupuh," tutur Rofiq. (SUPRIADI/B-3)