BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Akibat kelebihan muatan petugas tim gabungan penyelamat sebanyak 11 orang ditambah empat anggota Basarnas Sampit, perjalanan penjemputan estafet dua korban selamat tenggelamnya KM Karya Bersama, terhambat. Speeed boat Basarnas yang digunakan untuk mencapai jarak lima mil dari muara perairan laut Seruyan, terpaksa berbalik arah ke pelabuhan bongkar muat Kuala Pembuang tanpa membawa dua korban.
Pantauan Borneonews, speed boat Basarnas Sampit itu, Minggu (15/7/2017), pukul 22.05 WIB berangkat dengan total petugas 15 orang. Lantaran balik kelebihan muatan, pukul 23.00, speed boat itu kembali berangkat dengan hanya membawa petugas penjemput tujuh orang.
"Jadi ada sebanyak delapan petugas yang terpaksa dikurangi," ucap salah seorang petugas tim.
Baliknya speed boat Basarnas ke lokasi dermaga itu, membuat puluhan warga yang sejak lama menunggu ingin melihat kondisi dua korban yang ditemukan pun sempat dibuat penasaran. Warga mengira datangnya speed boat tersebut sudah membawa korban yang sudah dijemput yang ingin mereka lihat dari dekat.
Sebanyak 11 petugas tim gabungan menjemput estafet dua korban selamat dari tenggelamnya kapal KM Karya Bersama. Lokasi estafet penjemputan dua korban bernama M Khairudin (nahkoda) dan Safrul Gunawan (ABK) itu, tak jauh dari sekitaran muara perairan laut Seruyan. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam tempuh perjalanan.
Keberangkatan petugas yang terdiri dari pihak Basarnas Sampit, kepolisian, TNI, Dishub, BPBD serta petugas rumah sakit itu menggunakan kapal speed boat milik Basarnas.
Sebelum berangkat, seluruh anggota tim yang dilibatkan kembali mendapat pengarahan penekanan dari Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mukmin Wijaya.
"Kalian semua harus fokus dengan tugas bersama yang kita emban ini. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap tim penyelamat. Sebab ini malam, bukan siang yang pasti suasana penglihatan di lokasi tujuan berbeda," kata Nandang Mukmin Wijaya. (PARNEN/N).








