BORNEONEWS, Sampit - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum menentukan siapa ketua baru untuk memimpin kelembagaan adat tersebut.

"Dukungan seluruh calon ketua DAD Kecamatan dibawa oleh DAD Provinsi, karena yang menetapkannya nanti DAD Provinsi," kata Ketua Sharing Commite (SC) Musda DAD Kotim Ady Candra, Senin (17/7/2017).

Kapan DAD akan memiliki ketua baru, menurut Candra, kepastian itu belum bisa ditentukan namun dari penegasan DAD Provinsi Kalteng akan disampaikan secepatnya.

Sementara untuk mengisi kekosongan ketua DAD Provinsi akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) mengingat ketua Plt sebelumnya, Abdul Wahid meninggal dunia pada Minggu (16/7/2017) bersamaan saat pelaksanaan Musda tersebut.

"Namun menurut pihak provinsi dalam dua atau tiga hari ini akan ditunjuk Plt, agar DAD tetap jalan seperti biasanya," tegas Candra.

Musda DAD Kotim yang dilaksanakan pada 15-16 Juli 2017 awalnya direncanakan akan dipilih secara voting oleh 17 DAD kecamatan serta masing-masing satu suara dari DAD provinsi dan kabupaten.

Namun, dari hasil rapat pleno yang dilakukan, sistem pemilihan tersebut berubah, DAD kecamatan hanya memberikan dukungan, namun hasil akhir ada di tangan DAD provinsi. (NACO/B-5)