BORNEONEWS, Sampit - Siapa ketua baru Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejauh ini belum diketahui, semua tergantung dari dukungan DAD kecamatan yang punya hak pilih.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada nama baru yang terpilih dari empat nama yang mendaftar dalam musyawarah daerah (Musda) beberapa waktu lalu mengingat itu semua tergantung pilihan DAD kecamatan.

"Kalau ada nama lain yang direkomendasi DAD kecamatan tidak menuntup kemungkinan ada calon tambahan, karena sistem pengajuan dukungan dilakukan secara tertutup," kata salah seorang panitia Musda, Dias Manthongka, Senin (17/7/2017).

Nama-nama calon yang sudah direkomendasikan DAD kecamatan sudah dibawa ke DAD provinsi oleh perwakilan DAD provinsi yang targabung dalam tim formatur.

"Meskipun demikian keputusan akhir ada di ketua DAD provinsi untuk menentukannya," tegas Wakil Ketua DAD Kotim tersebut.

Beberapa waktu lalu panitia Musda DAD Kotim membuka pendaftaran calon ketua. Ada empat calon ketua yang mendaftar, yakni Untung TR (wakil ketua DAD Kotim), M Jais (Damang MB Ketapang), Hardi P Hady (ketua DAD Kecamatan Antang Kalang), dan Kusmiran (pengurus DAD Kotim).

Rencananya pemilihan akan dilakukan secara voting pada Musda 15-16 Juli 2017 lalu, namun dari hasil pleno tim formatur pemilihan dilakukan secara tertutup, di mana ketua DAD kecamatan hanya memberikan dukungan secara tertutup, dukungan itu dibawa ke provinsi keputusan akhir ada di ketua DAD Provinsi. (NACO/B-5)