BORNEONEWS, Sampit - Nelayan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) takut melaut akibat gelombang di perairan Laut Jawa tinggi.

"Saat ini banyak warga yang hanya tinggal di rumah saja. Karena mereka tidak dapat melaut," ujar Pejabat Kepala Desa Ujung Pandaran Muslih, Senin (17/7/2017).

Kondisi itu membuat nelayan terpaksa menambatkan perahu mereka di tepi pantai. Bahkan sebagian nelayan juga menaikkan perahunya ke daratan untuk diperbaiki. Sehingga nantinya bisa digunakan dengan nyaman dan aman saat mencari ikan dilaut.

"Kalau cuaca seperti ini, biasanya nelayan hanya istirahat di rumah atau memperbaiki perahu dan juga jaring penangkap ikan," lanjut Muslih.

Adanya hal tersebut juga membuat penghasilan nelayan terhambat. Padahal saat ini sedang musim kepiting rajungan, yang mana harganya cukup tinggi. Sehingga hal itu tentunya sangat membantu nelayan dari segi ekonomi.

Saat gelombang tinggi seperti sekarang, nelayan banyak yang tidak berani melaut karena mereka menggunakan kapal tradisional berukuran kecil. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan mengancam keselamatan mereka.

Cuaca di laut mulai memburuk dalam sepekan terakhir. Nelayan hanya bisa pasrah karena belakangan ini cuaca bisa berubah dalam waktu cepat dan sulit diprediksi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)