BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan mengatakan bahwa permainan kecapi khas Dayak sudah dimasukkan dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah. Bahkan, hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

"Kecapi ini, awalnya adalah sarana pergaulan dan hiburan di masyarakat serta acara-acara peribadahan. Tapi di tingkat sekolah sekarang sudah menjadi mata pelajaran muatan lokal. Ada Pergubnya untuk diajarkan dalam muatan lokal," ungkap Guntur saat di temui seusai upacara pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Senin (17/7/2017).

Ia menyebutkan, kecapi merupakan musik yang sangat halus dan dimainkan untuk mengiringi karungut dan deder serta juga tarian-tarian.

"Kalau ditanya berapa lama orang akan bisa memainkan ini, saya bisa menjawab bahwa yang bisa memainkan ini ada yang memiliki bakat alam dan ada bakat keturunan. Kalau saya bakat keturunan. Tapi kalau memang sungguh-sungguh mau belajar, saya rasa satu bulan akan bisa. Bisa belajar di sanggar-sanggar, ada pelatih kecapi. Tingkat kesulitan di feeling, dengan hati," tambah Guntur menjelaskan keunikan alat musik tradisional itu.

KBN seperti namanya, meski diisi anggota pramuka namun tetap menonjolkan sisi budaya. Dan karena tahun ini Palangka Raya menjadi tuan rumah, maka budaya Dayak lah yang akan dieksplore. Salah satu permainan kecapi. (TESTI PRISCILLA/B-3)