BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malaysia dan Indonesia berencana membawa isu rencana pengurangan impor minyak sawit oleh Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Rencana itu terungkap dalam pernyataan bersama perwakilan Indonesia dan Malaysia yang dikutip Reuters, akhir pekan lalu.
Resolusi ole Parlemen Eropa yang disahkan pada April mendesak untuk menghentikan pemakaian minyak nabati, khususnya minyak sawit, untuk biodiesel pada 2020 karena dinilai tidak diproduksi secara berkelanjutan dan memicu deforestasi.
Adapun pernyataan bersama itu disampaikan menyusul pertemuan menteri perdagangan kedua negara. Ditegaskan pula bahwa Indonesia dan Malaysia akan bertemu lagi pada akhir Juli untuk membahas dan berkoordinasi soal isu-isu tentang sawit, termasuk membentuk misi bersama ke Uni Eropa.
Kedua negara akan berkoordinasi rencana tersebut melalui Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), yaitu sebuah dewan negara-negara penghasil sawit yang digagas oleh Malaysia dan Indonesia.
“Malaysia dan Indonesia akan mempertimbangkan membawa kasus ini ke WTO jika resolusi sawit sudah mengarah ke diskriminatif," kata Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia. (NEDELYA RAMADHANI/m)








