BORNEONEWS, Palangka Raya - Pesan tentang penculikan hingga nyawanya akan dihabisi yang disampaikan ke orangtua ternyata hanya sandiwara. Ini terungkap setelah dua remaja putri berinisial V, 16, dan E, 15, memberikan keterangan sebenarnya kepada penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Palangka Raya.

Mereka menyebut bahwa pesan yang dikirim via WhatsApp itu sebatas pura-pura lantaran sakit hati terlalu dikekang di rumah. Namun, sebelum meninggalkan rumah, keduanya dijemput dua remaja putra yang kini diamankan di Polres masing-masing berinisial SS,17, dan RA, 16.

"Pelaku yang merupakan teman laki-laki korban mengajak teman perempuannya yaitu korban untuk jalan-jalan. Kemudian menginap di barak terduga tersangka. Lalu korban mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada keluarganya seolah-olah korban diculik dan diancam akan dibunuh," kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono mewakili Kapolres AKBP Lili Warli, Senin (17/7/2017).

"Jadi motifnya korban sakit hati karena tidak diperkenankan keluar rumah atau merasa dikekang oleh keluarganya," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan berupa telepon seluler merk Samsung milik E. Kemudian dari hasil visum, tidak ada bekas tanda-tanda korban disetubuhi. (BUDI YULIANTO/B-3)