BORNEONEWS, Sampit - Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnoor menilai, wacana pemindahan ibu kota RI ke tiga wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut masih dalam pengkajian karena memindahkan ibu kota itu tidak lah mudah, perlu infrastruktur yang lengkap, apalagi untuk ibu kota suatu negara sebagai tempat pemerintahan.

"Kemungkinan yang dipindah hanya pusat pemerintahannya saja seperti di Amerika, ibu kota dan pusat pemerintahannya berbeda, dan tidak tahu apakah kita masih sempat atau tidak," tuturnya, di Sampit, Selasa (18/7/2017).

Ia mengatakan, kalau memang nantinya Kalteng ditunjuk menjadi ibu kota negara, tentunya akan berimbas positif untuk pembangunan wilayah di sekitarnya, termasuk Kotim.

"Karena infrastruktur kita tidak lagi berharap dari APBD tapi akan digelontorkan APBN, kita merasa bangga kalau daerah kita yang ditunjuk," imbuhnya.

Lebih lanjut ia  mengatakan, apabila Kota Palangka Raya menjadi ibu kota pusat pemerintahan RI, Sampit kemungkinan besar akan menjadi pelabuhan terbesar. "Akan berkembang, posisi strategis Sampit untuk tempat akses, kita punya pelabuhan barang di Bagendang, dan dengan sendirinya secara otomatis kabupaten yang ada di sekitar akan berimbas," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-5)